Looking for something? Ask uncle G00gle...
Page Popularity
Latest Post
- Dukungan Latihan SEO untuk Pemula
- Miris
- Back to School, Haruskah ?
- From Zero to Hero
- PTC, Cara Mudah Mencari Dolar di Internet
- Beranikah Mengambil Langkah Pertama ?
- Update Lagi, Semangat ! Semangat !
- Kehamilan Pasca Kanker
- MERETAS ASA
- Mayday, Antara Buruh dan Pengusaha
Categories
Links
- The Clickers
- PageRank Meter
- Seputar Balita
- Yossy Rahadian
- Lirik Pernah Muda
- Latihan SEO Untuk Pemula
- wallpaper1001
- FreeWebSubmission
Supported
Live Counter
Archives
Traffic Stat
Perjuangan hidup tak selalu dimenangkan oleh
mereka yang terkuat atau yang paling sigap, cepat atau lambat, orang yang
YAKIN DIRINYA BISA, itulah yang tampil menjadi JUARA
(Napoleon Hill)
Dukungan Latihan SEO untuk Pemula
Mudah-mudahan dukungan ini bisa memberikan sedikit andil dalam perubahan hasil SERP yang pada akhirnya Latihan SEO untuk Pemula bisa dibilang sukses dilaksanakan.
Sekali lagi selamat berjuang di Latihan SEO untuk Pemula ya. :D
Miris
Melihat anak muda penjual sate yang usianya masih belasan tahun, berjualan di sore menjelang malam, basah kuyup ditengah hujan rintik-rintik, masih tetap dengan suaranya yang khas, sateeee..!
Hati ini miris.
Tukang Cuci
Beberapa bu-ibu bangun jam satu malam untuk pergi mencuci di rumah orang lain, tidak perduli hujan, atau udara yang dingin menggigil. Dan ketika pagi menjelang, tangan yang bekerja setengah malam itu sudah tidak berasa, pecah-pecah[...]Tukang Sate
Melihat anak muda penjual sate yang usianya masih belasan tahun, berjualan di sore menjelang malam, basah kuyup ditengah hujan rintik-rintik, masih tetap dengan suaranya yang khas, sateeee..!
Hati ini miris.
Tukang Cuci
Beberapa bu-ibu bangun jam satu malam untuk pergi mencuci di rumah orang lain, tidak perduli hujan, atau udara yang dingin menggigil. Dan ketika pagi menjelang, tangan yang bekerja setengah malam itu sudah tidak berasa, pecah-pecah dan bahkan berdarah. Demi satu atau dua suap makanan dan jajan anak-anak.
Hati ini miris.
Emang Siomay
Emang ini berjualan sejak suami saya masih di SD, sekitar 20 tahun yang lalu, sampai hari ini. Entah berapa ratus kilometer yang ia telah tempuh dengan pikulannya yang itu-itu juga, dengan bajunya yang nyaris itu-itu juga, dan bau badannya yang begitu-begitu juga. Sampai kapan bahunya akan sanggup memikul kotak berisi siomaynya itu ?
Hati ini miris.
Teroris
Amrozi cs. telah pergi menemui Dzat yang sangat mereka cintai. Nama mereka tercatat di bumi ini sebagai bagian dari jaringan teroris. Entahlah siapa yang sebenarnya teroris, hanya Dia Yang Maha Sempurna yang tahu jawabannya, dan saya yakin saat ini Amrozi cs. pun telah tahu mereka ada di posisi mana.
Hati ini miris.
Koruptor
Tua, rambut penuh uban, duduk di kursi pesakitan, menunggu vonis, bahkan ada yang sampai terkencing-kencing. Rumah mewah, vila di pegunungan, cucu-cucu yang lucu, rencana pensiun yang damai, tinggal angan-angan. Uang milyaran pernah mampir di rekeningnya, ternyata hanya jadi petaka di hari tua.
Hati ini miris.
Miris, hanya sekelebat rasa, atau secuil peka yang sudah lama ini nyaris sirna. Mungkin tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah keadaan. Tapi setidaknya, perasaan miris membuat kita semakin mensyukuri apa yang kita miliki, dan memberi sebagian dari yang kita punyai. Bahkan orang-orang paling bahagiapun tidak selalu memiliki semua yang terbaik, tapi mereka menyikapi semua yang mereka miliki dengan cara yang terbaik. Karena berbahagia, adalah pilihan.
Label: opini
Back to School, Haruskah ?
Alasan pertama karena jurusan yang saya ambil kayaknya kurang saya minati. Saya mengambil Teknik Informatika. Padahal jujur (ternyata) saya hampir tidak menyukai satu jenis mata pelajaranpun dari TI ini. Seperti pemrograman, analisis jaringan, dsb. So, buat apa saya memaksakan diri untuk hal yang tidak[...]Sudah hampir dua tahun ini saya berhenti kuliah alias drop out. Bukan terpaksa, tapi lebih karena pilihan saja. Pada saat realitas baru mampir di kepala saya, maka saya memutuskan mengambil langkah ini.
Alasan pertama karena jurusan yang saya ambil kayaknya kurang saya minati. Saya mengambil Teknik Informatika. Padahal jujur (ternyata) saya hampir tidak menyukai satu jenis mata pelajaranpun dari TI ini. Seperti pemrograman, analisis jaringan, dsb. So, buat apa saya memaksakan diri untuk hal yang tidak saya sukai ?
Alasan kedua karena jurusan inipun tidak relevan dengan cita-cita saya yang ingin berwirausaha. Kayaknya saya lebih butuh pengetahuan ekonomi daripada pengetahuan TI secara mendetail. Walaupun kalau belajar sih tidak ada salahnya dan tidak ada ruginya, tapi saya merasa akan banyak berkorban waktu dan biaya untuk hal yang tidak ingin saya geluti. Akhirnya memilih DO. Agak ditentang oleh orangtua saya sih sebenarnya yang ingin melihat anaknya diwisuda. But, pentingkah diwisuda ?
Saat ini sebenarnya saya masih menginginkan mendapatkan tambahan pengetahuan, baik secara formal lewat jalur universitas maupun non formal seperti seminar dsb. Tapi masih belum menjalani yang manapun. Terutama karena masih punya balita dan tidak punya pengasuh, jadi belum bisa ditinggal-tinggal.
Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa lagi memberi nutrisi buat otak ini. Pokoknya never stop to learn-lah (bahasa inggris ngarang). Soalnya emang salah satu agendaku adalah memperbaiki bahasa inggrisku yang emang belepotan banget.
From Zero to Hero
Modal kami hari ini adalah keyakinan. Kompornya adalah motivasi. Dan cahayanya adalah cinta dan rasa syukur. Tujuan akhirnya Ridho Allah. This is the real new life, start from zero to hero. Semoga Allah SWT, yang kasih sayang-Nya tidak terbatas dan rezekinya tidak pernah terkuras, memudahkan dan melancarkan semua cita-cita kami. Amiin.
Bissmillaahirrahmaanirrahiim...
PTC, Cara Mudah Mencari Dolar di Internet
Saat ini saya sedang belajar menekuni bisnis PTC (Paid to Click). Sangat mudah, karena kita hanya perlu koneksi ke internet, menjadi member program PTC, lalu klik iklan yang kita dapat, dapet deh dolar. Per kliknya memang kecil sih, cuma 0.01 dolar. Tapi dengan memiliki referral, kita bisa mendapatkan lebih banyak dolar lagi. Penjelasan lengkapnya ada di The Clickers Club Blog.
Kalau di Indonesia, bisnis internet marketing masih dilirik sebelah mata. Pertama, karena koneksi internet belum terlalu menyeluruh, dan juga pemahaman mengenai internet marketing yang kurang. Beberapa hal lain seperti takut ditipu, dianggap MLM yang menyesatkan, dsb. Padahal kalau kita pelajari dan berguru pada yang sudah master di bidang ini, internet marketing sangat lumayan bahkan sangat menjanjikan. Bisa adsense, PTC, Paid Review, Afiliasi, dsb. Kesuksesan di bisnis ini bisa dilihat misalnya di milis-milis IM seperti adsense-sby, PTC-talk, dll.
So, kita sebagai ibu rumah tangga, bisa kok mendapatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah.
Label: bisnis, bisnis ibu rumah tangga, internet marketing, PTC
Beranikah Mengambil Langkah Pertama ?
Tipe pertama : Bagaimana memulai usaha
Tipe kedua : Bagaimana mengembangkan usaha
Tipe ketiga : Bagaimana mencari sesuatu, misalnya modal, rekan bisnis, tempat usaha, dsb.
tipe keempat : Menanyakan detail sebuah permasalahan
Dan ternyata sodara-sodara...(ini menurut pengamatan saya), pertanyaan dengan tipe pertamalah juaranya. Artinya, banyak sekali orang yang ingin memulai sesuatu, tapi tidak tahu caranya, ragu, takut gagal atau tidak berani sama sekali. Benarkah bahwa kita juga sering menghadapi persoalan seperti itu ? ragu untuk memulai sesuatu, takut dengan perubahan, dsb ?
Dan Pak Jay (nama keren Pak Zainal Abidin) selalu bilang, satu-satunya cara agar kita tidak gagal, tidak rugi dan tidak perlu kecewa adalah DIAM ! Diam tidak akan memberikan kita kegagalan. Tapi jangan lupa, diam juga tidak akan membawa kita pada keberhasilan. Kalau kata Pak Mario Teguh, orang jatuh adalah orang yang sedang bergerak ke depan. Sedangkan orang yang diam tidak berpotensi jatuh, dan tidak berpotensi maju.
Jadi, masih takutkah kita membuat langkah pertama ?